Yen Mencoba Menguat Disaat Investor Tunggu Hasil Data Tenaga Kerja AS

JAVAFX – Yen mencoba menguat di saat investor tunggu hasil data tenaga kerja AS pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, di mana kondisi ini dipengaruhi oleh aksi kenanti dengan sisi mengambil sisi aksi ambil untung pasca pelemahan yen yang cukup besar dalam beberapa hari sebelumnya.

Sejauh ini USDJPY untuk sementara berada di level 109,02 dimana yen bergerak menguat untuk sementara ini. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7552 dimana dolar Australia menguat. Untuk yuan, atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,3435 dimana yuan sementara melemah terhadap dolar AS.

Presiden Trump mengutus Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin untuk berdialog dengan China dalam mengatasi pemasalahan untuk menghindarkan diri dari perang dagang antara kedua belah pihak. Keduanya sudah bertemu dan hasionya tidak ada sesuatu yang signifikan bagi progres kemajuan penghindaran perang dagang. Mnuchin sendiri menyatakan dengan nada samar-samar bahwa kedua belah pihak sudah paham tentang kebijakan, tanpa ada hasil yang pasti, sehingga membuat investor pangsung ambil kesimpulan sendiri bahwa faktor perang dagang sepertinya masih sulit dihindari.

Harapannya, pada pekan ini antara AS dan China bisa segera duduk bersama lagi untuk mencapai kesepakatan dagang yang baru sehingga pihak Jepang sendiri bisa mulai ekspansi bisnisnya. Kondisi ini membuat yen sendiri sedikit bisa leluasa untuk meneruskan tekanannya kepada greenback seperti semalam, di kala investor mulai kecewa dengan pertimbangan the Fed yang tidak merubah kebijakan moneternya ketika inflasi AS sudah dekat dengan target bank sentral.

Seperti kita ketahui bahwa sepanjang perdagangan di pekan kemarin, yen bergerak terkoreksi sebesar 2,6% dibanding greenback, sehingga hal ini merupakan pekan pelemahan yen terburuk sejak November 2016 silam. Kondisi ini sebagai bentuk kekecewaan investor yen terhadap kinerja bank sentral Jepang yang pada bulan ini tidak ada progres kinerjayang mumpuni sehingga pada BoJ meeting lalu, bank sentral Jepang tidak merubah kebijakan moneternya.

Penulis: Adhi Gunadhi
Sumber Berita: Reuters, Bloomberg, Investing, Javafx, Forexfactory, Dailyfx
Sumber gambar: Reuters

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.