Yen Perkasa Sejenak

JAVAFX – Yen perkasa sejenak pada perdagangan siang ini dengan dukungan pembelian Samurai Bond yang diperketat dan data aktivitas pabrikan Jepang yang membaik.

Pada perdagangan selanjutnya, mata uang Jepang ini berfokus kepada data ekonomi AS yaitu data perumahan yang kemungkinan besar akan sedikit menggoyang mata uang Jepang tersebut.

AUDUSD diperdagangkan di level 0,7554 atau turun 0,42% dibandingkan penutupan kemarin, sedangkan USDJPY sedang berada di level 111,27 atau turun 0,32%.
Indeks dolar yang membandingkan greenback atau dolar AS dengan 6 mata utama dunia lainnya, sedang bergerak datar berada di level 97,40.

Yen awal pekan lalu mengalami pelemahannya setelah Bank of Japan dalam pernyataannya bahwa sisi pertumbuhan belanja konsumen Jepang mulai tumbuh, begitu pula konsumsi di tingkat global juga mulai bangkit atau lebih tinggi dibanding pada waktu raoat suku bunga bank sentral Jepang di April lalu.

Sebelumnya data neraca perdagangan Jepang juga mengalami penurunan surplus dari ¥0,16 trilyun menjadi ¥0,13 trilyun dan masih dibawah perkiraan pasar ¥ 0,37 trilyun. Impor Jepang mengalami peningkatan 17,8% pertahun sementara ekspor turun 14,9% atau dibawah keinginan pasar ekspor Jepang tumbuh 16%.

Dilaporkan juga bahwa ekspor Jepang tidak mengalami penurunan ke semua negara dimana ekspor Jepang ke China naik 23,9%, ke Eropa naik 19,8% dan ke AS naik 11,6%.

Namun menurut hasil survei yang diadakan Reuters dalam antisipasinya akan munculnya data Tankan Bank of Japan pada awal Juli nanti, telah menunjukkan kondisi bisnis di Jepang sedang membaik mendekati level tertingginya seperti Agustus 2007 lalu atau setahun sebelum krisis ekonomi global melanda.

Sehingga mulai kemarin yen sedang bergerak menguat, walau tipis-tipis saja, setelah semalam Eric Rosengren menyatakan bahwa suku bunga the Fed harus naik agar ekonomi AS stabil di masa depan dan terhindar dari situasi yang akan memanas.

Beberapa hari ini memang verbal intervensi the Fed cukup menahan penguatan yen sejak akhir minggu lalu. Namun hasil paparan Bank of Japan dari hasil rapat suku bunga akhir pekan lalu membuat yen kembali menguat sejenak siang ini.

Bank of Japan dalam penjelasannya kemungkinan besar akan mulai mengurangi penerbitan Japanesse Government Bond atau JGB atau biasa dikenal di pasar uang sebagai Samurai Bond.

Selain itu BoJ kemungkinan besar juga akan mulai mengurangi pembelian kembali Samurai Bond tersebut karena ekonomi Jepang mulai menunjukkan kondisi yang stabil dan mengharapkan pelemahan yen lebih lanjut.

Mulai tumbuhnya konsumsi lokal dan global membuat Reuters mulai melihat bahwa ekspetasi pertumbuhan dalam negeri Jepang memang dapat ditingkatkan satu level seperti yang diungkapkan BoJ pada pekan lalu pasca meeting suku bunganya yaitu menjadi ekspansi moderat alias tumbuh berkelanjutan, sedikit diatas tingkatan modest growth atau tumbuh biasa-biasa saja.
Seperti kita ketahui bahwa pelemahan yen merupakan kondisi yang diinginkan pebisnis Jepang, karena hampir 100% pebisnis Jepang berorientasi ekspor.

Sumber berita: Forex Factory, Reuters, Investing, Marketwatch

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.