Data Ekonomi China Diatas Perkiraan, Gold Terkoreksi Karena Minat Aset Resiko Meningkat

JAVAFX – Harga emas tergelincir pada hari Senin setelah rilis data PDB China meredakan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global dan memicu minat asset beresiko. Data PDB China yang menggambarkan laju pertumbuhan ekonomi untuk kuartal kedua dilaporkan sebesar 6,2 persen, sesuai perkiraan dan turun dari 6,4 persen dikuartal sebelumnya. Angka tersebut menunjukan pertumbuhan ekonomi China berada pada jalur terlambat dalam 27 tahun terakhir.

Spot gold turun 0,3% di $1410,73 per onz dan emas berjangka AS naik 0,1% ke level $1413 per onz.

Gold Trading

Output industry China bulan Juni naik 6,3% dari tahun sebelumnya mengalahkan perkiraan 5,2%, sementara investasi asset tetap Januari – Juni naik 5,8% dari periode yang sama  tahun sebelumnya, mengalahkan ekspektasi 5,5%.  Data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan hanya mengikis kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global tidak sedalam yang diharapkan, sehingga menyebabkan aksi ambil untung pada emas atau gold.

Emas pada platform Metartader5 PT Java Global Futures Senin pukul 12.20 WIB bergerak di level $1410.70 turun dari level pembukaan $1415.39 dan sempat naik ke level $1419,52 pada awal pembukaan perdagangan Asia. Harga emas (Gold) tampak masih berfluktuasi antara S1 – R1 daily di level $1406.18 – 1419.98.

 

 

 

 

Analis JAVAFX