Gold Catat Rekor, Turun Beruntun 7 Sesi

JAVAFX – Gold melanjutkan penurunan harga dalam perdagangan di hari Selasa (05/03). Ini merupakan penurunan ketujuh kalinya secara beruntun dan tercatat sebagai penurunan harian terpanjang dalam dua tahun ini.

Gold Trading

Harga emas tersungkur dengan pukulan Dolar AS yang bertubi-tubi. Disisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi China yang lebih rendah semakin memudarkan permintaan akan aset surgawi ini. Muncul kekhawatiran bahwa melemahnya ekonomi China membawa konsekuensi penurunan permitaan emas. Beijing memperkirakan pertumbuhan tahun ini hanya akan berkisar 6-6,5% saja, lebih rendah dari tahun 2018 sebesar 6,6%.

Koreksi yang terjadi saat ini dianggap belum cukup untuk memutar tren pasar. Harga masih memegang harapan kenaikan lebih lanjut. Pasalnya, koreksi secara teknikal, biasanya juga tidak berlangsung lama. Pelaku pasar akan menantikan momentum dari penguman data ekonomi Nonfarm Payroll AS pada Jumat nanti.

Gold yang diperdagangkan di bursa NYMEX untuk kontrak pengiriman bulan April, berakhir dengan turun $ 2,80, atau 0,2%, menetap di harga $ 1,284.70 per troy ons. Ini merupakan harga terendah sejak 24 Januari. Kerugian pada hari Selasa menandai tujuh penurunan berturut-turut, sebagai penurunan terpanjang sejak penurunan sembilan sesi perdagangan yang berakhir pada 10 Maret 2017. Sementara Dolar AS naik, indek DXY naik sebesar 0,2% ke 96,83. (WK)