Ditengah Konsolidasi, Harga Emas Naik Oleh Melemahnya Dolar AS

42

JAVAFX – Harga Emas berakhir naik pada Jumat (12/04), ditengah masa konsolidasi bisa memanfaatkan pelemahan Dolar AS untuk menguat. Sayangnya catatan kinerja perdagangan dalam seminggu masih mengalami sedikit kerugian. Sehari sebelumnya, harga emas rontok menembus harga psikologis dengan turun dibawah $1300 per troy ons.

Harga emas untuk kontrak bulan Juni, berakhir naik 0,2%, menetap di $ 1,295.20 per troy ons. Sebelumnya harga dalam penutupan perdagangan hari Kamis pada $ 1.293,30. Itu merupakan harga penutupan perdagangan yang paling rendah dan kerugian dalam satu sesi yang paling besar untuk kontrak paling aktif sejak 28 Maret. Data ekonomi AS yang solid, berhasil mendorong turun harga emas.

Aksi jual pada perdagangan di hari Kamis tersebut menandai pembalikan tajam dalam momentum perdagangan logam mulia setelah harga berakhir di $ 1.313,90 pada hari Rabu. Ini merupakan harga penutupan tertinggi sejak 26 Maret sekaligus tercatat sebagai kemenangan beruntun terpanjang, empat sesi berturut-turut, sejak kenaikan lima hari berakhir 31 Januari. Pasar berharap harga emas dalam pekan ini mampu berakhir naik setidaknya 0,1%.

Aksi Risk Appetite yang dilakukan oleh Investor di pasar saham tak lepas dari gambaran yang lebih cerah di China. Pada hari Jumat kemarin, Beijing merilis data ekonomi berupa angka ekspor yang naik 14,2% dari tahun sebelumnya di bulan Maret. Angka ini jauh lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar yang hanya akan naik 8,7%. Kenaikan ekspor terjadi setelah penurunan tajam di bulan Februari. Disisi lain, angka impor China turun, mencerminkan permintaan domestik yang lebih lemah.

Disisi lain, tingkat pinjaman di perbankan domestik China hanya sebesar 1,7 triliun yuan, memang lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 1,3 triliun yuan. Ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah China dalam merangsang pertumbuhan kredit sedang bekerja.

Data yang dirilis Jumat dari University of Michigan menunjukkan bahwa sentimen konsumen A.S. jatuh ke 96,9 di bulan April dari 98,4 di bulan Maret.

Indek dolar AS sendiri jatuh ke posisi terendah dalam dua minggu ini. Greenbacks nampaknya siap untuk menghentikan kenaikan beruntun terbaru. Disisi lain, perdagangan di bursa saham Wall Street, diperdagangkan naik secara kuat. Tak heran bila kenaikan harga Emas terbatasi, karena investor lebih banyak yang melakukan risk appetite.  (WK)