Harga Emas Stabil Diatas $1600, Investor Nantikan Fed Minutes

JAVAFX – Harga emas naik tipis pada hari Rabu, masih berada diatas level psikologis $1600.00 karena para trader menunggu rilis Fed minutes. Logam mulia ini naik lebih dari 5% sejauh tahun ini dekat dengan level tertinggi 2013. Kekhawatiran akan virus corona baru dan dampaknya terhadap pertumbuhan global mendorong emas sebagai safe haven lebih tinggi, sementara spekulasi Fed mungkin mengurangi suku bunga dianggap sebagai ekor angin.

Dalam berita terbaru tentang wabah koronavirus, provinsi Hubei melaporkan 132 kematian pada 18 Februari. Sejauh ini, Cina memiliki 74.186 kasus dikonfirmasi dari virus, menurut data pemerintah. Para trader memantau dengan seksama kemajuan China dalam kembali bekerja ketika negara itu menangani wabah koronavirus. Media pemerintah melaporkan pada hari Rabu bahwa lebih dari 80% dari sekitar 20.000 anak perusahaan milik negara perusahaan telah kembali bekerja.

Gold Trading

Epidemi ini diperkirakan akan berdampak pada bisnis di Tiongkok dan menurunkan pertumbuhan ekonominya. Awal bulan ini, Moody’s Investors Service telah menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk Cina dari 5,8% menjadi 5,2% untuk 2020.

Harga emas sudah berada diatas level $1600.00 sedikit dibawah level tertinggi awal Januari saat Iran membalas menyerang pangkalan militer AS di Irak dimana saat itu harga emas melambung naik ke level $1611.00an. Kenaikan harga emas yang masih berlanjut meski pasar saham Asia dan indeks saham futures AS juga menguat memberikan indikasi bisa menjadi hambatan untuk harga emas menguat sementara.

Kini perhatian investor tertuju ke rilis hasil pertemuan FOMC (Fed Meeting) awal Februari yang akan dirilis tengah malam atau Kamis dini hari. Ini bisa menjadi penentu arah minor untuk emas jika ada petunjuk untuk penurunan suku bunga.

 

 

 

 

Swendy