Harga Emas Tetap ke Selatan

JAVAFX – Berita komoditas di hari Selasa(19/9/2017), harga emas tetap ke Selatan alias tetap melemah di perdagangan awal pekan kemarin dan dalam posisi terendah di 3 minggunya dimana investor sedang beralih kepada aset-aset yang lebih beresiko seperti dolar AS.

Faktor beralihnya investor dunia kepada aset-aset yang lebih beresiko atau biasa dikenal dengan istilah risk appetite tersebut membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $14,20 atau 1,07% di level $1311,00 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex ditutup melemah $0,45 atau 2,52% di level $17,26 per troy ounce. Namun sejauh ini harga emas masih berada diatas level psikologis $1300 pertroy ouncenya.

Episode pelemahan emas ini muncul kembali dan sepertinya terus ingin menjauhi level tertinggi dari harga emas tahun ini di $1351 pertroy ounce. Pelemahan tersebut dipicu oleh situasi geopolitik Korea yang sempat memanas dengan peluncuran rudal balistik Korea Utara yang baru di akhir pekan lalu, dan sekarang sudah mereda dengan keputusasaan Trump melihat perilaku Korea Utara tersebut yang akan mengirim angkatan perangnya bila Pyongyang terus membandel dengan perlombaan nuklirnya.

Tidak pemicu dari Korea, maka episode safe haven emas akan berakhir, diikuti dengan fokus ke the Fed lagi yang akan melaksanakan pertemuan suku bunganya di malam nanti hingga Kamis dini hari. Fokus kerja yang haru dari the Fed akan ditunggu pasar dimana sejak perdagangan Senin pagi kemarin, emas terus tergerus dengan rencana baru the Fed tersebut membuat dolar AS perkasa.

Sedangkan beberapa data seperti penjualan eceran AS turun dan tingginya klaim pengangguran mingguan AS karena faktor badai-badai yang datang di kala itu. Namun aktivitas pabrik naik serta persediaan barang yang menurun dapat diartikan aktivitas ekonomi AS masih membawa perubahan suku bunga yang ingin naik. Inilah yang membuat investor masih harap-harap cemas terhadap naiknya harga emas lebih lanjut karena perkiraan kenaikan suku bunga the Fed oleh para pengamat dunia di Desember nanti naik kembali dari 40% menjadi 60% perkiraan naiknya suku bunga the Fed akan terjadi.

Sejauh ini pula yang membawa bursa saham Wall Street mengalami penguatan kondisi yang kondusif dimana DowJones spot ditutup menguat 0,28%. Sedangkan indeks dolar turun 0,26% di angka 91,89. Hari ini pasar emas hingga sore nanti menantikan data penjelasan hasil meeting RBA dan data sentimen ekonomi ZEW Jerman.

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch
Sumber gambar: Daily Mail

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.