IHSG awal pekan merosot, dipicu revisi pertumbuhan ekonomi BI

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan terkoreksi, seiring revisi ke bawah pertumbuhan ekonomi oleh Bank Indonesia (BI).

IHSG ditutup melemah 17,4 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.005,61.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 8,62 poin atau 1,01 persen ke posisi 842,9.

“Pasar merespons Bank Indonesia yang memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar tujuh persen,” tulis Tim Riset Philip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada April hingga Juni 2021 akan di bawah tujuh persen, namun akan lebih tinggi dari enam persen.

Indeks saham Asia sore ini ditutup beragam dengan pasar merespon rilis data PMI sektor jasa Caixin untuk Juni yang berada di level 50,3, dibandingkan dengan 55,1 pada Mei sebelumnya.

Selain itu, pasar juga menantikan hasil pertemuan OPEC+.

Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif sepanjang sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 2,05 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi masing-masing 1,35 persen dan 1,18 persen.

Sedangkan empat sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 2,16 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang baku masing-masing minus 0,98 persen dan minus 0,91 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp324,71 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.032.043 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,49 miliar lembar saham senilai Rp9,97 triliun.

Sebanyak 190 saham naik, 314 saham menurun, dan 141 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 185,09 poin atau 0,64 persen ke 28.598,19, Indeks Shanghai turun 166,92 poin atau 0,59 persen ke 28.143,5, dan Indeks Straits Times meningkat 7,19 poin atau 0,23 persen ke 3.136,14.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.