IHSG diprediksi datar seiring potensi pengetatan agresif The Fed

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diprediksi datar seiring dengan potensi pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

IHSG pagi ini dibuka menguat 11,68 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.694,96.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,75 poin atau 0,39 persen ke posisi 962,59.

“Pertemuan FOMC terbaru memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pengetatan yang lebih agresif oleh The Fed.

Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan kembali sideway dalam rentang 6.650-6.720, dengan kecenderungan koreksi pada perdagangan Kamis ini,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Selain itu, pelaku pasar cenderung “wait and see” jelang pengurangan pembelian obligasi pertama oleh The Fed pada akhir November 2021.

Hal itu sejalan dengan kencenderungan normalisasi kebijakan moneter oleh bank-bank sentral di dunia.

Terbaru, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan ke level 0,75 persen pada Rabu (24/11) kemarin.

Indeks utama Wall Street cenderung datar pada perdagangan Rabu (24/11) sejalan dengan terhentinya rally kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dengan penurunan sebesar 4 bps ke 1,64 persen.

Salah satu faktor yang menekan indeks-indeks Wall Street adalah minutes dari FOMC terbaru yang menunjukan kesiapan The Fed untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif, jika inflasi masih tetap tinggi.

Di sisi lain, data ekonomi relatif positif yang ditunjukkan oleh penurunan klaim tunjangan pengangguran awal ke 199.000 pada pekan yang berakhir di 20 November 2021.

Level tersebut merupakan level terendah dalam lebih dari 50 tahun terakhir.

Sementara indeks-indeks di Eropa masih dibayangi oleh potensi pengetatan restriksi aktivitas masyarakat untuk mengontrol peningkatan kasus baru COVID-19 di kawasan Eropa dalam beberapa pekan terakhir.

Jerman diperkirakan akan segera mengumumkan aturan terkait hal tersebut di pekan ini.

Potensi pengetatan aktivitas tersebut turut berdampak pada penurunan Germany Ifo Business Climate ke 96,5 pada November 2021 dari 97,7 pada Oktober 2021.

Dari regional Asia, bank sentral Korea Selatan dijadwalkan mengumumkan kebijakan suku bunga terbarunya di pagi hari ini.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 214,92 poin atau 0,73 persen ke 29.517,58, indeks Hang Seng turun 140,37 poin atau 0,57 persen ke 24.545,13, dan indeks Straits Times terkoreksi 2,46 atau 0,08 persen ke 3.224,69.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.