Inggris bantah memaksa gerbang bandara Kabul terbuka sebelum ledakan

Inggris berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat dan tidak memaksa agar gerbang di bandara Kabul tetap di buka sebelum seorang pengebom bunuh diri menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan pada 26 Agustus.

Pernyataan itu dikeluarkan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Selasa.

Pada Senin (30/8), media politik Politico menyebutkan bahwa pasukan Amerika memutuskan untuk membiarkan gerbang Abbey Gate terbuka lebih lama daripada yang mereka inginkan supaya Inggris terus dapat mengevakuasi personel.

“Kami mengeluarkan staf sipil kami dari pusat pemrosesan melalui Abbey Gate, tetapi tidak benar untuk berpikir bahwa, selain mengamankan staf sipil kami di dalam bandara, kami memaksa agar gerbang dibiarkan terbuka,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab kepada Sky News, Selasa.

Dia mengatakan Inggris telah mengambil tindakan mitigasi, termasuk memperingatkan orang-orang untuk tidak datang ke bandara.

“Kami juga memindahkan tim sipil kami yang ada di Hotel Baron ke bandara, karena (berjarak) sepelemparan batu dari tempat serangan teroris terjadi, itu jelas tidak aman, tetapi langkah itu tidak mengharuskan Abbey Gate dibiarkan terbuka,” kata Raab kepada BBC News.

Raab membela tanggapannya terhadap Taliban yang mengambil alih Afghanistan, dan menolak laporan bahwa dia gagal melakukan cukup persiapan.

Raab, yang sedang berlibur saat Taliban merebut kendali di Afghanistan, tidak menelepon menteri luar negeri Afghanistan atau Pakistan dalam enam bulan sebelum krisis terjadi, menurut laporan Sunday Times.

“Politik adalah permainan kasar.

Siapa pun yang meluangkan waktu selama krisis untuk memberikan laporan yang benar-benar tidak akurat dan tidak benar, saya khawatir tidak memiliki kredibilitas dan mungkin terlibat dalam penipuan,” ujar dia.

Raab mengatakan Inggris telah mengamankan perjalanan bagi 17.000 orang, termasuk sekitar 5.000 warga negara Inggris sejak April, dan sisanya yang masih berada di Afghanistan berjumlah “beberapa ratus” orang.Ledakan di Kabul tewaskan 90 warga Afghanistan dan 13 tentara AS

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.