Oil Kembali tertekan ditengah meredanya tensi geoplitik

0
23

Javafx.co.id-Harga kontrak berjangka minyak mentah WTI turun mendekati level US$92 per barel pada perdagangan Kamis, melanjutkan pelemahan tajam dari sesi sebelumnya di tengah meningkatnya harapan pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah. Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan nota kesepahaman melalui perantara Pakistan untuk mengakhiri konflik secara resmi sekaligus membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global mulai mereda.

Pemerintah Teheran dikabarkan akan memberikan tanggapan dalam beberapa hari ke depan setelah mengonfirmasi bahwa proposal dari AS tersebut sedang dipelajari. Meski demikian, negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran disebut baru akan berlangsung pada tahap berikutnya. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan belum sepenuhnya final dan menyatakan bahwa asumsi Iran akan menerima proposal tersebut masih terlalu dini. Trump juga memperingatkan bahwa serangan militer dapat kembali dilakukan apabila Iran tidak mematuhi kesepakatan yang diajukan.

Selain dipengaruhi perkembangan geopolitik, pelemahan harga minyak juga dipicu oleh kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi global. Investor kembali mencermati potensi perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok, yang dinilai dapat menekan konsumsi energi dalam beberapa kuartal mendatang. Sementara itu, produksi minyak dari negara-negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries dan sekutunya dinilai masih cukup untuk menjaga kestabilan pasokan di pasar global.

Tekanan tambahan terhadap harga minyak juga datang dari meningkatnya cadangan minyak mentah Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan persediaan energi AS mengalami kenaikan, mengindikasikan bahwa permintaan domestik belum pulih sepenuhnya dan memicu aksi jual di pasar komoditas. Di saat yang sama, ekspor minyak AS tercatat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pada pekan lalu karena banyak negara beralih ke pasokan energi Amerika di tengah kekurangan suplai akibat konflik di Timur Tengah. Analis menilai pergerakan harga minyak dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, kebijakan produksi Organization of the Petroleum Exporting Countries, serta dinamika geopolitik kawasan.

Trading aja dulu
diJAVAaja