Pulih Dari Kerugian Sebelumnya, Harga Emas Naik

JAVAFX – Harga emas berakhir naik dalam perdagangan di hari Selasa (11/06/2019) di bursa Comex, NYMEX. Kenaikan saat ini mampu memulihkan kerugian yang diderita dalam perdagangan sebelumnya. Para investor saat ini kembali perlu melakukan risk aversion atas aset – aset berisiko seperti ekuitas, sebagaimana terlihat dimana Indek saham AS berakhir melemah.

Gold Trading

Sejumlah perundingan perdagangan dan masalah tarif saat ini telah mendistorsi harga emas. Sentimen pasar banyak yang disalahpahami, dimana pasar lebih bereaksi terhadap keputusan pemerintah Trump baru-baru ini untuk menangguhkan tarif terhadap Meksiko. Disisi lain, kekhawatiran pasar masih dibayang-bayangi dengan masalah Brexit dan kejelasan masa depan perundingan AS – China dalam mencari resolusi terkait perang dagang. Dengan sejumlah ketidak pastian ini, para pialang memilih untuk menahan diri dan membuat kisaran perdagangan masih dalam bentang $ 1.315 – $ 1.350 , sembari menunggu  berita yang lebih jelas.

Harga Emas untuk kontrak pengiriman Juni di Comex naik $ 1,90, atau 0,1%, berakhir di $ 1,331.20 per troy ons setelah membukukan kerugian 1,3% pada hari Senin. Sementara dalam perdagangan di bursa berjangka, harga emas masih diperdagangkan sekitar 1,6% lebih tinggi bulan ini. Logam Mulia berjuang keras untuk menembus level resistensinya, di harga $ 1.350.

Jika The Fed tetap dovish dan China menolak untuk datang ke meja perundingan, kemungkinan harga emas akan bergerak di kisaran $ 1.313 hingga $ 1.291 untuk bulan Juni hingga awal Juli. Pasal jatuhnya harga ini sebagi konsekuensi atas kemungkinan menurunnya daya beli emas oleh China. Beijing bisa cepat kehabisan uang untuk membeli emas untuk bank sentralnya, jika konflik perang dagang berlarut-larut. Setidaknya harga emas di $ 1.273 akan menjadi level dukungan untuk musim panas ini jika hal-hal tidak berubah hingga kuartal depan.

Menurunnya harga emas dalam perdagangan sebelumnya didorong oleh kenaikan yang terjadi di bursa saham, investor melakukan aksi risk on. Dorongan pelarian ini muncul setelah pemerintah China mengabarkan bahwa Beijing akan mendukung pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi khusus sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Secara khusus, penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek besar khususnya infrastruktur. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh People’s Bank of China yang dikutip The Wall Street Journal. Selanjutnya, dalam perdagangan hari Selasa, bursa saham AS mengalami koreksi. Ini dijadikan sebagai momentum bagi pelaku pasar untuk mengalihkan investasinya kembali ke Emas.

Emas pada hari Senin menandai penurunan pertama dalam sembilan sesi, dilemahkan oleh reli berkelanjutan untuk ekuitas dan rebound oleh dolar AS dan hasil Treasury. Dolar yang lebih kuat dapat menjadi angin sakal untuk komoditas yang dinilai dalam unit karena membuat mereka lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. Meskipun pada minggu sebelumnya, emas diuntungkan dari penurunan tajam dalam imbal hasil Obligasi AS, dimana investor bertaruh bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga akhir tahun ini. Hasil yang lebih rendah dapat menjadi sentiment positif untuk emas.

Namun, para investor kini nampak mengabaikan retorika positif di sekitar pembicaraan perdagangan AS-China. Sejumlah analis mencerminkan optimisme bahwa kesepakatan dapat dicapai. Meningkatnya ekspektasi kesepakatan perdagangan AS-Cina secara formal akan terjadi pada bulan ini. Hal ini dapat mengurangi keuntungan yang dinikmati oleh aset safe-haven sejak akhir Mei, pun kerugian selanjutnya dapat dikurangi dengan kekhawatiran atas kerusakan ekonomi yang telah ditimbulkan oleh peningkatan AS-Cina. ketegangan perdagangan. (WK)