Serangan Rudal Iran ke Markas AS, Gold Malah Melemah ?

Di tengah demonstrasi besar-besaran atas pemerintah Iran oleh rakyatnya karena pengakuan pemerintah Iran yang telah menembak pesawat komersil Ukraina yang baru lepas landas dan menewaskan seluruh penumpang dan awak kabinnya, militer Iran kembali melancarkan serangan rudal ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di Irak Utara. Serangan ini telah membuat empat orang terluka yaitu dua perwira dan dua penerbang. Selain itu 90% tentara dan karyawan di Evakuasi.

Namun, serangan ini ternyata tidak membuat Gold naik, tetapi secara keseluruhan Gold melemah. Setelah di buka di level 1560.01, Gold hanya naik sedikit ke level 1561.42 dan malah akhirnya berbalik melemah hingga menuju level 1554.27. Pelemahan Gold ini justru terjadi karena Amerika tidak membalas serangan Iran yang kedua ini dengan melancarkan serangan militer balasan melainkan membalas serangan rudal Iran dengan memberikan sangsi ekonomi kepada Iran lebih berat lagi.

Gold Trading

Saat ini, setelah pelemahan atas Gold terjadi di awal sesi Asia tadi, kini Gold di prediksi masih akan bergerak konsolidasi antara level 1554.00-1558.00. Jika Gold melemah menembus level 1554.00, maka Gold di prediksi dapat terus melemah menuju level 1545.69 pada posisi terendah Jumat kemarin. Selain karena tidak adanya aksi balasan militer dari AS, para pelaku pasar di prediksi akan fokus kepada kesepakatan dagang AS dan Cina tanggal 13-15 Januari 2020 ini yang rencananya akan ada penandatanganan kesepakatan dagang fase I antara kedua negara ekonomi terbesar di dunia ini.