AS Makin Berang Ketika Pangkalan Militernya Diserang Rudal

JAVAFX – Ketegangan yang terjadi antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mencuat pasca sebuah rudal kembali menyerang pangkalan militer tentara AS di Irak, yang terjadi pada hari Minggu (12/1) waktu setempat.

Minggu (12/1), sebuah roket kembali menyerang markas pasukan koalisi yang dipimpin AS di Irak Utara. Meski belum ada pengakuan resmi dari Iran, AS menuding serangan dilakukan kelompok milisi yang didukung Iran di Irak.

Gold Trading

Dimana pada lokasi kejadian, ditemukan serpihan roket jenis Katyusha tersebut mendarat di pangkalan udara Al-Balad. Pangkalan udara ini merupakan rumah bagi pesawat F-16.

Pemerintah Amerika Serikat dan Iran telah berjanji sebelumnya bahwa ingin mengurangi ketegangan antar kedua negara tersebut. Selain Presiden Amerika Serikata (AS) Donald Trump, keinginan de-eskalasi tensi ketegangan juga sempat diutarakan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela kunjungannya ke Qatar, akhir pekan lalu.

“(AS) kembali berang dengan adanya laporan serangan roket lain di pangkalan udara di Irak. Ini pelanggaran terus menerus atas kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok yang tidak loyal dan ketegagangan ini harus berakhir ” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, sebagaimana dikutip AFP.

Saat peristiwa terjadi Al-Balad tengah mengadakan acara yang mengundang kontingen kecil Angkatan Udara AS serta sejumlah kontraktor pemeliharaan pesawat militer. Peristiwa ini melukai 4 orang, di antaranya dua perwira Irak dan dua penerbang. Akibat serangan ini sejumlah tentara dan pekerja AS dievakuasi. Sekitar 90% penasehat AS dan karyawan (kontraktor) telah mengungsi ke Taji dan Erbil setelah ancaman ini.

Di akhir pekan lalu, roket juga menghantam Zona Hijau di ibu kota Irak Baghdad. Zona hijau merupakan zona internasional, bukan hanya militer AS, di wilayah tersebut terdapat pula kedutaan besar banyak negara.

Sebelumnya, Iran mengaku akan membalas dendam ke AS setelah salah seorang pimpinan militernya, Jenderal Qasem Soleimani, tewas dalam serangan AS di Bandara Internasional Baghdad 3 Januari lalu. Iran mengaku ada 13 skenario pembalasan ke negara adi kuasa itu.