Sidang Pemakzulan Trump akan Digelar di Tengah Penolakan Partai Republik

Sebagian besar anggota Partai Republik di Senat AS, Selasa (26/1), menolak sidang pemakzulan mantan presiden Donald Trump.

Sidang pemakzulan itu terkait apakah ia memicu pemberontakan dalam penyerbuan ke Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Ini menandakan besar Trump kemungkinan besar punya cukup suara untuk dinyatakan tidak bersalah.

Pemungutan suara dengan hasil 55 banding 45, menyetujui sidang pemakzulan, tetapi hanya lima anggota Partai Republik yang bergabung dengan 50 suara Partai Demokrat.

Sebanyak dua pertiga suara Senat diperlukan untuk menyatakan Trump bersalah, sehingga perlu 17 suara anggota Partai Republik yang menentang Trump dengan asumsi suara Partai Demokrat kompak setelah persidangan Trump dimulai pada 9 Februari.

Pendukung Trump, Senator Rand Paul dari Kentucky mengecam pemungutan suara mengenai apakah melanjutkan persidangan itu dengan menyebutnya “hal tidak konstitusional yang memalukan”.

Paul berkeras Senat tidak bisa mengadili warga sipil, yang merupakan status Trump sekarang setelah masa jabatannya berakhir pada Rabu (20/11) lalu dan Joe Biden dari Partai Demokrat dilantik sebagai Presiden AS ke-46.

Senat di masa lalu pernah mengadili warga sipil.

Bahkan sebelum pemungutan suara dilakukan, banyak anggota Senat dari Partai Republik tampak enggan menyatakan Trump bersalah memicu pemberontakan ketika ratusan pendukungnya ingin mengonfrontasi anggota DPR ketika mereka berdebat mengesahkan kemenangan Biden atas Trump pada pemilu November lalu.

Menurut sejumlah pejabat, kemungkinan ada 800 orang yang ikut dalam penyerbuan ke Gedung Capitol saat itu.

Seluruh anggota Senat yang berjumlah 100 di sumpah sebagai juri dalam persidangan mendatang.

Anggota Senat Partai Republik akan menentukan nasib Trump meskipun masa jabatan empat tahun mantan presiden itu di Gedung Putih telah berakhir dengan pelantikan Joe Biden, 20 Januari lalu.

Jika Trump terbukti bersalah, pemungutan suara mayoritas terpisah bisa melarang Trump Kembali memegang jabatan publ

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Mahkamah Agung AS Ijinkan Penyerahan Catatan Pajak Trump

Mahkamah Agung (MA) AS, Senin (22/2) membuka jalan untuk diserahkannya catatan pajak Donald Trump kepada jaksa. Keputusan itu menolak upaya terbaru mantan presiden tersebut yang...

Biden-Netanyahu bicara per telepon untuk pertama kalinya

Presiden AS Joe Biden melakukan panggilan telepon pertama yang telah lama ditunggu-tunggu kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu setelah penundaan yang membuat...

Khamenei Tuntut Biden Bertindak untuk Hidupkan Kesepakatan Nuklir

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuntut Amerika "bertindak, bukan sekadar bicara" jika ingin menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia. Ia...

Biden: AS, Kanada bakal capai emisi nol pada 2050

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan pada Selasa bahwa dia dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau setuju untuk bekerja menuju pencapaian emisi nol bersih...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502