Trading Vs Investasi Saham: Perbedaan Utama & Sifat Tehnis

Tujuan antara trading vs investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan finansial dari pergerakan yang menguntungkan dalam harga saham atau portofolio saham. Namun, di sinilah sebagian besar kesamaan berakhir.

Trading saham dan investasi bisa sangat berbeda dalam hal pendekatan dan metode. Investasi biasanya melibatkan pembelian saham fisik melalui akun pialang saham sementara trading saham hanya melihat untuk mengambil posisi spekulatif di pasar yang mendasarinya, yang dapat melalui saham itu sendiri atau turunan terkait seperti kontrak opsi.

Trading Vs Investasi: Perbandingan

Tabel di bawah ini memberikan gambaran tentang perbedaan utama antara trading saham dan investasi saham.

Perdagangan SahamBerinvestasi
ObjektifMemanfaatkan pergerakan harga jangka pendekMemanfaatkan tren jangka panjang, dividen, dan pertumbuhan perusahaan
MetodeSaham, opsi terkait, atau produk turunan lainnyaTransaksi saham atau akun pialang saham
Jangka waktuJangka pendek hingga menengahJangka menengah hingga panjang
ReturnMenyelesaikan trading panjang atau pendek *Apresiasi modal dari pertumbuhan perusahaan jangka panjang dan dividen **
Biaya transaksi (akan bervariasi berdasarkan broker)Komisi Spread pasar Biaya inap (pada posisi yang ditahan semalam) Biaya pinjaman (untuk posisi pendek)Komisi Spread pasar Biaya Kustodian (Umumnya hanya dibebankan pada akun yang tidak aktif)
GayaScalping, perdagangan harian, swing, dan trading posisiInvestasi aktif dan pasif
RisikoBerpotensi diperbesar oleh penggunaan leverage yang lebih tinggi.Jika tidak menggunakan leverage, risiko biasanya dapat dibatasi pada pengeluaran modal awal.
 * Return bisa positif atau negatif. Ingatlah bahwa return yang negatif diperbesar karena leverage.
** Return investasi bisa positif atau negatif. Namun, kerugian investor dibatasi pada jumlah investasi awal ditambah dividen yang masih harus dibayar.

Apa Yang Meliputi Trading Saham?

Ada lima poin penekanan utama saat membandingkan trading vs investasi:

  1. Tujuan
  2. Jangka waktu
  3. Modal
  4. Analisis
  5. Risiko

1. Tujuan (memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek)

Trader saham biasanya mencari keuntungan dari mengambil posisi spekulatif sambil fokus pada pergerakan harga jangka pendek hingga menengah. Mereka sering keluar masuk saham dan memanfaatkan pergerakan jangka pendek di pasar. Misalnya, negosiasi perdagangan yang berkepanjangan dapat mengganggu produksi dan penjualan perusahaan ekspor, yang menyebabkan jatuhnya harga saham. Karena informasi ini sedang memengruhi saham, tren turun atau jual dapat berkembang sehingga trader jangka pendek dapat memanfaatkan dengan mengambil posisi pendek di saham atau indeks terkait.

2. Jangka waktu (jangka pendek hingga menengah)

Sementara investor biasanya berada masuk untuk jangka panjang, trader saham biasanya fokus pada jangka pendek hingga menengah. Pendekatan yang sering digunakan dalam trading saham termasuk scalping dan day trade, yang memungkinkan trader untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat karena dapat masuk dan keluar dari banyak posisi pada hari yang sama.

3. Pengeluaran modal awal

Trader saham hanya diharuskan mendanai sebagian dari biaya perdagangan sesuai dengan persyaratan margin. Misalnya, jika harga satu saham $10 dan trader ingin trading 100 saham, dia hanya perlu $500 untuk membuka perdagangan ketika persyaratan margin adalah 50%. Harus disebutkan bahwa trader harus selalu memastikan bahwa akun perdagangan cukup didanai untuk memperhitungkan pergerakan harga yang tidak menguntungkan setelah memulai perdagangan, dan selalu menggunakan stop loss .

Investor, di sisi lain, akan sering mengabaikan penggunaan margin atau leverage karena pembayaran bunga atas modal yang dipinjam dapat memakan keuntungan jangka panjang dari kepemilikan saham.

4. Analisa (Teknikal atau fundamental)

Trader cenderung bersifat teknikal atau fundamental atau kombinasi keduanya, yang berarti tidak ada jawaban pasti yang terbaik dalam perdebatan teknikal vs fundamental.

Indikator populer yang digunakan oleh trader saham teknikal meliputi:

  • Moving Average 200 hari (filter tren)
  • Analisa multi kerangka waktu
  • MACD
  • Stochastic Oscillator
  • Support dan Resistance

Trader saham dapat menggunakan data fundamental untuk membentuk opini tentang daya tarik saham untuk diperdagangkan (pendek atau panjang). Jika perusahaan memiliki fundamental yang kuat, trader mungkin akan melihat untuk membeli sahamnya dan jika memiliki fundamental yang buruk, trader mungkin akan memilih untuk menjual sahamnya.

Faktor fundamental yang menarik bagi trader saham:

  • Rilis Pendapatan
  • Rasio saham (P / E, hasil dividen dll)
  • Tingkat hutang terhadap ekuitas
  • Kemungkinan pengambilalihan atau akuisisi

5. Risiko

Secara umum, trader saham mungkin menghadapi tingkat risiko relatif lebih tinggi karena penggunaan leverage yang lebih besar. Sementara leverage dapat membantu menghasilkan profit yang lebih besar, meski juga dapat merugikan trader dengan menyebabkan kerugian yang lebih besar juga. Penggunaan leverage dapat lebih cepat menghapus akun dan membuat trader berhutang melampaui modal awal yang disimpan. Sehingga trader serig diingatkan untuk menggunakan stop dalam upaya membatasi kerugian.

Perdagangan saham

KelebihanKekurangan
Berpotensi memperoleh keuntungan yang cukup besar dalam waktu singkatPotensi kerugian besar dalam waktu yang sangat singkat karena leverage memperbesar keuntungan dan kerugian
Peluang trading berkalaSifat gaya perdagangan yang serba cepat dapat menyebabkan entri yang terburu-buru dan kurang optimal
Peluang multi-arah (panjang dan pendek)
Modal awal yang dibutuhkan lebih rendah dibandingkan dengan memiliki saham secara langsung

Apa Yang Meliputi Investasi Saham?

Di bawah ini adalah ikhtisar tentang bagaimana investasi saham berbeda dari trading saham, menggunakan elemen kunci yang sama:

  1. Tujuan
  2. Jangka waktu
  3. Modal
  4. Analisa
  5. Risiko

1. Tujuan (Memanfaatkan pergerakan harga jangka panjang dan dividen)

Investor pasar saham mencari keuntungan dari pergerakan harga jangka panjang dan pembayaran dividen. Bukan sangat bergantung pada hal teknis untuk tingkat entri yang ideal, investor akan sering lebih fokus pada membeli saham pada tingkat harga (diskon) yang menarik untuk dipertahankan untuk jangka panjang – menghindari resesi dan kehancuran pasar. Investasi saham bisa aktif (sering membeli dan menjual) atau pasif yaitu dana pelacak indeks.

Investor biasanya menghabiskan banyak waktu untuk meneliti saham sebelum berinvestasi, mencari neraca yang kuat dan potensi pertumbuhan yang solid. Namun, kriteria seleksi dapat bervariasi secara drastis berdasarkan selera risiko investor, apakah dia membeli satu saham atau menambahkan ke portofolio multi-saham.

2. Jangka waktu (Jangka panjang)

Tidak seperti tujuan jangka pendek trader saham, investor fokus pada jangka panjang – biasanya bertujuan untuk lima tahun atau lebih. Setiap orang yang melihat indeks saham utama akan melihat bahwa dari waktu ke waktu, pasar secara umum cenderung naik. Mungkin ada sedikit penurunan atau resesi besar, tetapi sejarah terbaru menunjukkan bahwa tren jangka panjang lebih tinggi. Ini dapat membantu menjadikan saham sebagai tempat yang berpotensi menarik untuk lindung nilai inflasi jangka panjang. Ketika perusahaan dihadapkan pada biaya input yang lebih tinggi, mereka biasanya membebankan biaya ini kepada konsumen dalam bentuk harga barang / jasa akhir yang lebih tinggi. Harga yang lebih tinggi dapat menghasilkan angka pendapatan yang lebih tinggi, yang sering kali tercermin dalam harga saham yang lebih tinggi.

3. Modal awal yang dibutuhkan (nilai penuh investasi)

Investor jangka panjang dapat mengabaikan penggunaan margin atau leverage karena bunga yang dibayarkan atas dana yang dipinjam dapat merusak hasil jangka panjang. Dalam hal ini, tanpa leverage yang digunakan, investor hanya perlu membayar harga saham, misalnya 100 saham dengan $10 per saham, atau $1000 sebelum menghitung komisi dan spread.

4. Analisa (Hampir secara eksklusif fundamental)

Investor saham biasanya sangat mengandalkan fundamental dalam analisa mereka. Investor meneliti laporan keuangan perusahaan, melihat arus kas mulai dari operasional, biaya operasi, pertumbuhan pendapatan, hutang, investasi modal dan faktor lain yang mengungkapkan bagaimana kinerja perusahaan tersebut. Selain itu, investor akan menilai seberapa dominan perusahaan / saham di sektor sahamnya dan melakukan analisa pesaing. Biasanya masuk akal berinvestasi di perusahaan dominan di industrinya masing-masing, atau di perusahaan kecil dengan tingkat pertumbuhan tinggi dalam industri yang sedang berkembang.

5. Risiko

Saat berinvestasi, selalu ada risiko saham berkinerja buruk tetapi tanpa menggunakan margin, kerugian investor biasanya dibatasi pada investasi awal ditambah dividen yang mungkin telah bertambah.

Keputusan manajemen, pasar yang selalu berubah, dan inovasi teknologi dapat menjadi penghalang atau menghadirkan peluang untuk tumbuh dan investor memiliki sedikit atau tidak ada kendali atas hal ini. Investor biasanya akan melihat diversifikasi portofolio saham mereka daripada hanya memegang satu atau dua saham untuk lebih melindungi dari penurunan drastis harga saham individu.

Investasi

KelebihanKekurangan
Dengan waktu yang cukup, saham yang terdiversifikasi dengan baik dapat memperoleh keuntungan dari tren pasar berbasis luasPertumbuhan bisa lambat atau bahkan negatif.
Lebih sedikit memakan waktu. Investor tidak perlu berada di depan komputer mereka sepanjang hari untuk mengelola posisi perdaganganPenelitian dan uji tuntas bisa sangat memakan waktu sebelum melakukan pembelian
Pilihan untuk membeli saham individu atau meminta seorang profesional mengelola portofolio
Dividen dan saham preferen dapat memberikan manfaat tambahan di atas apresiasi harga saham

Trading atau Investasi: Mana Yang Lebih Baik?

Dalam perdebatan trading atau investasi, tidak ada bukti empiris yang menunjukkan bahwa salah satu pendekatan lebih unggul dari yang lain. Dalam arti tertentu, realisasi ini meyakinkan karena setiap individu dapat condong ke pendekatan yang mereka rasa paling baik dalam menangani tujuan dan sasaran individu mereka. Sadari akan kepribadian Anda dan pastikan itu melengkapi cara Anda mendekati pasar keuangan, baik itu dengan trading jangka pendek atau pendekatan investasi jangka panjang.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.