Wall Street memulai Oktober dengan reli luas, didorong data ekonomi

Saham-saham Wall Street melonjak pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memasuki kuartal terakhir tahun ini dengan sentimen beli didorong oleh data ekonomi yang positif, kemajuan dalam pertempuran melawan COVID, serta perkembangan Washington tentang kemungkinan pengesahan RUU infrastruktur.

Indeks Dow Jones Industrial Average melambung 482,54 poin atau 1,43 persen, menjadi menetap di 34.326,46 poin.

Indeks S&P 500 bertambah 49,50 poin atau 1,15 persen, menjadi berakhir di 4.357,04 poin.

Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 118,12 poin atau 0,82 persen, menjadi 14.566,70 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan jasa-jasa komunikasi masing-masing terangkat 3,3 persen dan 1,78 persen, melampaui sisanya.

Sementara itu, sektor perawatan kesehatan satu-satunya kelompok yang menurun terbebani penurunan 11,4 persen saham pembuat vaksin COVID Moderna Inc.

Ketiga indeks utama saham AS bergerak naik-turun di awal sesi, tetapi mulai ke tren lebih tinggi pada sore hari, dipimpin oleh saham-saham siklikal yang sensitif secara ekonomi.

Reli mendapatkan momentum setelah Gedung Putih mengumumkan Presiden AS Joe Biden semakin terlibat dalam negosiasi mengenai RUU belanja infrastruktur yang sedang diperdebatkan di Capitol Hill.

Meski begitu, ketiga indeks berakhir di bawah penutupan Jumat lalu (24/9/2021), jatuh antara 1,4 persen dan 3,2 persen, dengan indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq membukukan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Februari.

“Ada pemulihan berbasis luas hari ini.

Pasar tidak terpaku hari ini pada pajak baru atau tapering,” kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York.

“Dalam pergeseran dari beberapa minggu terakhir tidak ada berita besar dari Washington, sehingga pasar dipaksa untuk fokus pada data ekonomi positif dan pengobatan baru COVID.” Merck & Co Inc mengungkapkan bahwa sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan obat oral eksperimental untuk COVID-19 mengurangi risiko kematian dan rawat inap sekitar 50 persen, membuat sahamnya melonjak 8,4 persen dan meningkatkan sentimen pembukaan kembali ekonomi.

Sementara Biden menandatangani menjadi undang-undang RUU darurat untuk menjaga pemerintah tetap berjalan hingga 3 Desember, anggota parlemen hanya berhasil menunda menghadapi masalah yang sulit.

Kurangnya resolusi ini mendorong lembaga pemeringkat Fitch untuk memperingatkan bahwa peringkat kredit AAA Amerika Serikat dapat berisiko.

“Pasar tidak percaya utang akan diturunkan peringkatnya atau kesepakatan plafon utang tidak akan tercapai, tetapi masih menambah ketidakpastian yang selalu menjadi masalah bagi pasar,” tambah Carter.

Sejumlah data ekonomi yang dirilis pada Jumat (1/10/2021) menunjukkan peningkatan belanja konsumen, aktivitas pabrik yang kian cepat dan pertumbuhan inflasi yang meningkat, yang dapat membantu mendorong Federal Reserve AS untuk mempersingkat waktunya untuk memperketat kebijakan moneter yang akomodatif.

Presiden Fed Philadelphia, Patrick Harker mengulangi pandangannya yang diungkapkan dalam pidatonya pada Rabu (29/9/2021) bahwa dia yakin bank sentral harus mulai mengurangi pembelian asetnya “segera,” tetapi menegaskan kembali bahwa dia tidak memperkirakan untuk menaikkan suku bunga utama hingga akhir tahun depan atau awal 2023.

Optimisme ekonomi mendorong value stock – saham yang harganya berada di bawah nilai intrinsiknya – mengungguli saham pertumbuhan, serta saham transportasi dan kapitalisasi kecil berjalan lebih baik daripada pasar yang lebih luas.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,02 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,70 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.