Indikator Lagging, Definisi dan Penjelasan

Indikator lagging sering disalahpahami dalam penemuannya, indikator ini adalah cara yang baik untuk menganalisa pasar keuangan. Artikel ini akan menjelaskan:

  • Apa itu indikator lagging
  • Contoh indikator lagging
  • Manfaat indikator lagging
Indikator Lagging

Apa Itu Indikator Lagging?

Indikator lagging adalah alat yang digunakan oleh trader untuk menganalisa pasar menggunakan rata-rata data aksi harga sebelumnya. Ada beberapa indikator lagging, yang semuanya digunakan untuk memeriksa tren pasar, titik masuk dan keluar.

Indikator ini dianggap paling efektif selama pasar menunjukkan trending, namun banyak sinyal yang muncul setelah pergerakan perdagangan yang sebenarnya terjadi, memberi trader lebih sedikit pips yang menguntungkan.

Apa Sajakah Contoh Indikator Lagging?

Indikator yang paling sering digunakan adalah yang berkaitan dengan moving average. Contohnya adalah simple moving average (SMA), exponential moving average (EMA) dan MACD – dijelaskan di bawah. Semua indikator ini menggunakan pergerakan harga masa lalu bersama rumusan yang berbeda untuk menciptakan sinyal pasar yang unik. Selanjutnya, indikator ini dapat diatur agar sesuai dengan trader dengan mengubah parameter yang ditentukan dalam setiap rumus.

Simple Moving Average (SMA) :

SMA adalah indikator yang mencirikan harga penutupan rata-rata dari suatu instrumen keuangan selama jangka waktu tertentu.

Exponential Moving Average ( EMA ):

EMA adalah indikator yang merupakan hasil dari perhitungan SMA; satu-satunya perbedaannya adalah bahwa EMA lebih menyukai pergerakan harga yang lebih baru.

MACD:

MACD adalah indikator yang menghitung hubungan antara berbagai EMA.

Manfaat Indikator Lagging

Ada beberapa keuntungan menggunakan indikator ini yang sering dianggap remeh oleh trader pemula. Di bawah ini daftar manfaat yang akan membantu trader mengidentifikasi kapan harus menerapkannya:

  • Aspek tertinggal dari indikator akan membawa trader dalam perdagangan yang memiliki konfirmasi lebih besar di belakang mereka karena mereka didasarkan pada lebih banyak data. Dengan kata lain, indikator akan memaksa trader untuk menunggu sebentar sebelum masuk
  • Titik masuk dan keluar dapat diidentifikasi
  • Indikator ini bekerja sangat baik di pasar tren yang kuat

Grafik mingguan di bawah ini menggambarkan strategi perdagangan USD JPY menggunakan strategi crossover MACD. Entri terjadi ketika garis MACD melintasi garis sinyal seperti yang disorot. Awalnya, pedagang mengabaikan pergerakan harga positif antara titik A dan titik B pada grafik karena sifat MACD yang tertinggal. Namun, setelah masuk, perdagangan diatur untuk memaksimalkan pergerakan pip dari titik B hingga berubah turun. Seperti yang dapat dilihat dalam contoh ini, trader bisa sukses meskipun ada beberapa keuntungan yang hilang sebelum masuk.

https://a.c-dn.net/b/1XKBYT/lagging-indicators_body_delayedentry.png

Indikator Lagging: Ringkasan

Indikator lagging adalah alat yang hebat untuk digunakan saat trading di pasar. Mereka sangat fleksibel dalam apa yang ditawarkan yang dapat meningkatkan strategi perdagangan atau memberikan dukungan tambahan untuk analisa trader. Dan indikator ini alat yang hebat untuk dipahami dan berpotensi dimasukkan ke dalam persiapan setiap trader.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.