Trading Forex Menggunakan Pola Rising Wedge

Rising wedge adalah pola pembalikan populer yang bersifat prediktif dan dapat memberi trader petunjuk mengenai arah dan jarak pergerakan harga selanjutnya.

Rising wedges muncul secara teratur di pasar keuangan dan trader tertarik pada pola ini karena kesederhanaannya dalam identifikasi dan penerapannya. Artikel ini akan menjelaskan cara menemukan rising wedge di grafik forex dan cara memperdagangkannya.

Mempelajari Trading Dengan Rising Wedge: Poin Pembicaraan Utama

  • Apa itu pola rising wedge?
  • Cara mengidentifikasi pola rising wedge pada grafik forex
  • Cara trading forex dengan pola rising wedge
  • Kelebihan dan batasan pola rising wedge

Apa Itu Pola Baji Naik?

Pola rising wedge forex (juga dikenal sebagai ascending wedge) adalah pola harga konsolidasi kuat yang terbentuk ketika harga terikat di antara dua garis tren naik. Ini dianggap sebagai formasi grafik bearish yang dapat menunjukkan pola pembalikan dan kelanjutan – tergantung pada lokasi dan bias tren. Terlepas dari di mana pol aini muncul, trader harus selalu menjaga pedoman bahwa pola ini secara inheren bersifat bearish (lihat gambar di bawah).

Pola Falling Wedge

Falling wedge (menurun) membedakan dirinya dari rising wedge dengan kemiringan segitiga. Falling wedge menurun ke bawah antara dua garis tren konvergen untuk mencapai titik puncak yang dianggap sebagai pola bullish (lihat gambar di bawah).

Bagaimana Mengidentifikasi Pola Rising Wedge Pada Grafik Forex

Pola rising wedge diartikan sebagai pola baik kelanjutan bearish maupun bearish reversal atau pembalikan yang menimbulkan kebingungan dalam identifikasi pola tersebut. Kedua skenario mengandung serangkaian dinamika observasi yang berbeda yang harus dipertimbangkan.

Pola Kelanjutan:

  1. Membentuk Tren penurunan
  2. Formasi konsolidasi rising wedge
  3. Menghubungkan level atas tertinggi dan level bawah terendah menggunakan garis tren yang terhimpun menuju titik yang menyempit
  4. Mengkonfirmasi perbedaan antara harga dan volume menggunakan fungsi volume – MACD juga dapat digunakan
  5. Sinyal overbought dapat dikonfirmasi oleh indikator teknikal lain seperti osilator
  6. Mencari break di bawah support untuk short entry

Pola Pembalikan:

  1. Mendirikan tren kenaikan
  2. Formasi konsolidasi rising wedge
  3. Menghubungkan atas tertinggi dan bawah terendah menggunakan garis tren yang yang terhimpun menuju titik yang menyempit
  4. Mengkonfirmasi perbedaan antara harga dan volume menggunakan fungsi volume – MACD juga dapat digunakan
  5. Sinyal overbought dapat dikonfirmasi oleh idikator teknikal lain seperti osilator
  6. Mencari break di bawah support untuk short entry

Cara Trading Dengan Pola Rising Wedge

Pola rising wedge terkait dengan pola baik kelanjutan maupun pembalikan seperti yang disebutkan di atas. Contoh di bawah ini menunjukkan pembentukan rising wedge pada pasangan mata uang yang menggambarkan kelanjutan.

Pola Grafik Forex rising wedge EUR / USD:

Grafik di atas menunjukkan pola ‘kelanjutan’ rising wedge setelah tren penurunan yang ditentukan. Rising wedge diuraikan oleh garis putus-putus biru yang menunjukkan kekuatan bullish yang berkurang dalam tren kenaikan. Konfirmasi tren naik yang berkurang kekuatannya dapat dilihat menggunakan alat volume pada grafik yang menggambarkan volume yang memudar bersamaan dengan harga naik di pasar. Ini dikenal sebagai divergensi, yang menunjukkan bahwa gerakan ke atas akan segera berakhir.

Titik masuk (berlabel) terjadi setelah garis support tren dari rising wedge telah ditembus. Ada dua metode entri yang umum:

  1. Tunggu candle ditutup di bawah garis tren support sebelum entri
  2. Masuk ke posisi pendek segera setelah harga menembus garis support, terlepas dari penutupan candle

Level stop seperti yang disorot pada grafik dipilih dari titik atas dari rising wedge terletak pada garis tren resistance. Titik identifikasi ini membuatnya relatif mudah untuk menemukan level stop untuk trader pemula. Level batas dalam contoh ini diambil dari swing rendah sebelumnya yang memberikan perdagangan sebuah rasio risiko-profit yang sangat positif.

Kelebihan Dan Batasan Rising Wedge

KelebihanKekurangan
Mudah diidentifikasi untuk trader yang lebih berpengalamanBisa jadi ambigu bagi trader pemula
Sering terjadi di pasar keuanganSering salah diidentifikasi
Mendefinisikan level stop, entry dan limit yang jelasMembutuhkan konfirmasi tambahan menggunakan indikator teknikal dan osilator lainnya
Peluang untuk rasio risiko-imbal yang menguntungkan 

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.