Dolar AS Menekan Sejenak Pasca Perang Dagang Yang Makin Panas

JAVAFX – Dolar AS menekan sejenak pasca perang dagang yang makin panas pada perdagangan sesi Asia siang ini dimana arah pergerakan ini sebagai upaya investor menangkap sinyal kuat bahwa mata uang AS haruslah mulai dikuatkan kembali disaat pasar keuangan China dan Jepang libur.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanan kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1753, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3080, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7287 dan USDJPY ditutup menguat di level 112,52.
Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1740, GBPUSD bergerak di level 1,3076, AUDUSD di level 0,7267 dan yen di level 112,58.

Pound dan mata uang utama dunia lainnya, memang masih bergerak dengan sisi pelemahannya terhadap dolar AS di mana ini merupakan bentuk perlanjutan pasar dari pergerakan minggu sebelumnya yang di mana indeks dolar atau greenback menguat cukup besar sebagai upaya investor yang khawatir terhadap masa depan ekonomi dunia dengan ekskalasi tarif yang masih belum selesai serta keinginan akan naiknya suku bunga the Fed yang makin kuat.

Setelah krisis Turki muncul, pertentangan atau perang tarif menjadi topik pembahasan pasar di mana antaraAS dengan China telah berhasil membuat investor ragu untuk mengoleksi lebih besar terhadap model investasi pasar uang. Situasi ini membuat pasar sempat membuat panik pasar uang dunia, namun keinginan beberapa bank sentral di Uni Eropa dan Inggris serta Turki telah berhasil menekan dolar AS sejenak, apalagi data inflasi bulanan AS juga sedang turun sehingga dukungan kepada naiknya suku bunga the Fed juga berkurang.

Masalah perang tarif juga belum usai,namun sayang pihak China sudah siap dengan segala bentuk tarif baru dari Trump dan akan segera melakukan tindakan balasan juga. Pelaku pasar berharap bahwa kondisi perang tarif bersifat sementara saja di saat Trump di atas angin kondisi politiknya sehingga ketika pemilu awal bulan depan di AS bisa dimenangkan oleh pihak oposisi maka dapat dipercaya tekanan dari Trump akan berkurang.

Kondisi ini memang sudah bisa dilihat jelang bank sentral AS melakukan kebijakan moneternya yang terbaru pekan ini dengan harapan masih ada rencana kenaikan suku bunga the Fed selanjutnya, sehingga ada peluang sejenak lagi dolar untuk menguat.
Faktor akan masih gagalnya perundingan Brexit juga sangat mempengaruhi sentimen dari euro dan pound yang ingin menguat terhadap dolar AS. Harapannya proses Brexit pekan ini ada kejutan lain sehingga proses pemisahan Inggris dari Uni Eropa bisa berjalan lancar. Bila ini terjadi maka ada harapan bagi pound dan euro untuk pulih semakin besar.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.