Sektor Jasa Jerman Masih Dipengaruhi Inflasi dan Ketidakpastian

Sektor jasa Jerman mengalami penurunan pada September sedikit melampaui perkiraan yang disebabkan oleh inflasi dan meningkatnya ketidakpastian yang menghantam permintaan, sebuah survei menunjukkan pada hari Rabu. Data ini menunjukkan Jerman menuju resesi.

Indeks manajer pembelian jasa (PMI) Jerman akhir S&P Global untuk bulan September turun menjadi 45,0, sedikit di bawah laporan awal di 45,4, yang dirilis pada 23 September. Indeks turun dari 47,7 pada bulan Agustus dan di level terendah sejak Mei 2020 selama gelombang awal COVID-19.

Aktivitas bisnis baru turun bulan lalu di laju tercepat sejak guncangan ekonomi pertama yang disebabkan oleh pandemi, dan meningkatnya kekhawatiran inflasi menjelang akhir kuartal ketiga, juga menghantam permintaan, karena meningkatnya krisis energi Eropa.

“Seiring dengan terus merosotnya output manufaktur, semakin dalamnya penurunan aktivitas jasa menunjukkan kontraksi ekonomi Jerman pada kuartal ketiga,” ungkap Phil Smith, direktur asosiasi ekonomi di S&P Global.

Dia menambahkan bahwa tren penurunan indeks aktivitas, bisnis baru, dan ekspektasi juga menunjukkan secara teknis Jerman kemungkinan memasuki resesi, yang didefinisikan sebagai kontraksi dua kuartal berturut-turut, pada akhir 2022.

Indeks akhir PMI komposit, yang mencatat sektor manufaktur dan jasa yang menyumbang lebih dari dua pertiga ekonomi Jerman, turun pada September menjadi 45,7 dari 46,9 pada Agustus.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.